Lombok Barat, NTB – Kawasan wisata Senggigi tetap menjadi salah satu pintu masuk utama bagi wisatawan yang menggunakan moda transportasi laut di Kabupaten Lombok Barat. Guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi air, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Lombok Barat secara konsisten melakukan pengamanan ketat terhadap aktivitas kapal cepat (Fast Ferry) yang beroperasi di wilayah tersebut.
Pada Jumat siang, personel Sat Polairud dari Pos Pol Airud Senggigi kembali melaksanakan pengamanan operasional Fast Ferry Eka Jaya Matra. Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di objek vital transportasi laut, sekaligus memberikan rasa aman bagi para wisatawan mancanegara maupun domestik yang melintas.
Sinergi Lintas Instansi dalam Pelayanan Kemaritiman
Pelaksanaan pengamanan ini tidak dilakukan secara sepihak oleh kepolisian. Dalam praktiknya, Sat Polairud Polres Lombok Barat membangun kolaborasi yang solid dengan instansi terkait kemaritiman, khususnya Dinas Perhubungan Laut (Dishub Laut). Sinergi ini bertujuan untuk memastikan setiap prosedur keberangkatan dan kedatangan kapal sesuai dengan regulasi keselamatan pelayaran yang berlaku.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 14:00 WITA tersebut difokuskan di Dermaga Pelabuhan Senggigi, Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar. Petugas di lapangan tidak hanya memantau pergerakan fisik penumpang, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan alat keselamatan di atas kapal serta memastikan manifest penumpang sesuai dengan fakta di lapangan.
Kasat Polairud Polres Lombok Barat, AKP L. Nursidi, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di pelabuhan merupakan bentuk pelayanan prima untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan laut. Menurutnya, aspek pengawasan harus dilakukan secara mendetail, mengingat pelabuhan adalah titik krusial dalam rantai pariwisata Lombok.
Prioritas Keselamatan dan Kelancaran Penumpang
Dalam giat pengamanan kali ini, tercatat aktivitas penumpang yang menggunakan layanan Fast Ferry Eka Jaya Matra terpantau stabil. Berdasarkan data manifest yang divalidasi oleh petugas di lokasi, sebanyak 30 orang penumpang melakukan proses boarding atau naik ke atas kapal untuk melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya.
Kapolres Lombok Barat melalui Kasat Polairud Polres Lombok Barat, AKP L. Nursidi, memberikan keterangan resmi terkait detail kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan secara menyeluruh mulai dari area parkir pelabuhan hingga ke atas dek kapal.
“Kegiatan Sat. Polairud Pos Pol Airud Senggigi Polres Lobar pada pukul 14:00 WITA sampai dengan selesai telah melaksanakan kegiatan pengamanan Fast Ferry Eka Jaya Matra bersama instansi terkait kemaritiman dalam hal ini Dishub Laut di Pelabuhan Senggigi,” ujar AKP L. Nursidi dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, beliau menambahkan mengenai kondisi teknis di lapangan yang menunjukkan tren positif dalam hal ketertiban umum. “Adapun jumlah penumpang antara lain naik sebanyak 30 orang. Seluruh rangkaian giat pengamanan berjalan aman, lancar, dan kondusif tanpa ada kendala yang berarti di lapangan,” tegasnya.
Penguatan Pengawasan Wisata Bahari di Batu Layar
Kecamatan Batu Layar, khususnya Desa Senggigi, memang menjadi magnet bagi para pelancong yang ingin menyeberang menuju Bali maupun Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air). Oleh karena itu, Sat Polairud Polres Lombok Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan frekuensi patroli dan pengamanan, terutama pada jam-jam sibuk keberangkatan kapal cepat.
Selain pengamanan fisik, petugas di lapangan juga sering memberikan imbauan kepada para nahkoda dan kru kapal agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang sering terjadi di Selat Lombok. Keamanan maritim menjadi harga mati demi menjaga citra pariwisata Nusa Tenggara Barat di mata dunia.
Dengan terlaksananya kegiatan pengamanan rutin ini, diharapkan operasional transportasi laut di wilayah hukum Polres Lombok Barat dapat terus berjalan tanpa hambatan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat pesisir dan pelabuhan membuktikan komitmen negara dalam melindungi setiap aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut.












